Selasa, 29 Oktober 2019

Mengenal Fatimah Az-Zahra Lewat Buku


Sejak kecil sampai besar, dari bangku SD sampai SMA saya tidak pernah mengenal sosok Fatimah Az-Zahra selain hanya sebagai salah satu putri Nabi Muhammad SAW dan isteri dari Ali bin Abi Thalib. Nanti setelah duduk di perguruan tinggi, yaitu pada saat ikut Bastra atau Basic Training HMI pada 1997 silam, saya baru mengenal sedikit demikit tentang beliau. Saya mulai mengenal beliau lebih dekat  melalui salah satu materi akhwat yang bertema Teladan-Teladan Muslimah.

Salah satu materi akhwat itu diberikan setiap ba'da sholat subuh pada waktu itu. Materi Teladan-Teladan Muslimah pada waktu itu rutin diberikan kepada peserta akhwat pada setiap acara basic training HMI MPO. Materi itu berisi keutamaan empat perempuan yang dijamin masuk surga. yaitu, Asiyah binti Mazahim, Maryam binti Imran, Khadijah binti Khuwailid dan Fatimah binti Muhammad.

Keempat perempuan mulia itu adalah teladan yang sempurna bagi muslimah. Mereka adalah penghulu perempuan pada zamannya, kecuali Fatimah Az-Zahra yang merupakan penghulu perempuan sepanjang masa. Sejak saat itulah saya sangat tertarik dengan Fatimah Az-Zahra. Namun pada saat itu pengetahuan saya masih terbatas tentang beliau. Maklumlah, saya belum bisa membeli buku pada waktu itu karena terbatasnya isi dompet. Saat itu saya masih kuliah jadi belum punya pendapatan sendiri. Duit yang diberikan oleh orang tua hanya cukup untuk biaya kuliah. Itu pun juga sudah alhamdulilah. Sudah diberikan kesempatan untuk mencicipi ilmu di perguruan tinggi.

Kekaguman kepada bunda Fatimah Az-Zahra semakin bertambah ketika saya kemudian sering diberi amanah untuk membawakan materi keakhwatan tersebut pada acara basic training. Namun, saat itu belum banyak referensi yang saya miliki sehingga isi materi yang diberikan berasal dari apa yang disampaikan oleh senior-senior kohati. Ketika menyampaikan materi teladan-teladan muslimah dalam acara Bastra HMI.

Belum selesai kuliah, saya sudah menikah dengan teman satu organisasi.  Saat itu, ia  belum bekerja karena masih menjadi pengurus inti. Kebetulan ia terpilih menjadi ketua, beberapa bulan sebelum kami menikah.  Selesai kepengurusan, suami bekerja dengan menjadi penerjemah atau transalator bahasa Inggris.

Saya baru bisa membeli satu demi satu buku tentang Fatimah Az-Zahra ketika keuangan keluarga semakin membaik. Untungnya saya dan suami punya kegemaran yang sama, suka membaca buku. Dan yang paling penting,  suami tidak pernah melarang untuk membeli buku  kecuali pada saat akhir bulan..😊😁

Dari beberapa buku tersebut, saya sedikit banyak mengenal kepribadian, kemuliaan dan keistimewaan bunda Fatimah Az-Zahra walaupun hanya lewat kisah tentang beliau yang dituturkan lewat buku.  Sungguh, beliau adalah sosok teladan sempurna bagi seorang muslimah, baik sebagai seorang anak, isteri maupun sebagai seorang ibu bagi anak-anaknya.

Semoga ikhtiar mengenal beliau dan sedikit banyak upaya meneladani beliau walaupun rasanya berat, bisa membuatku mendapatkan syafaat dari ayahandanya dan beliau sendiri, kelak di kemudian hari.

@Rumah Baca Smart & Cool

Senin, 28 Oktober 2019

Kebutuhan Berkomunitas


Beberapa waktu yang lalu, seorang teman karib mengajakku untuk ikut dalam sebuah rapat yang diadakan oleh sebuah komunitas. Ia termasuk dalam pengurus komunitas itu sedangkan saya memutuskan untuk tidak ikut terlibat dalam komunitas itu dengan berbagai pertimbangan.

Saya menolak dengan halus. Saya mengatakan bahwa saat ini saya lebih memilih untuk aktif dalam komunitas lain. Yang menurut saya, saya lebih cocok berada di dalam komunitas tersebut. Katanya, ia ingin berkomunitas lagi. Berkumpul dengan teman-teman dan melakukan kegiatan yang bermanfaat. Saya bilang, hadir saja dalam rapat itu, penuhi undangannya. Tapi, klo saya, saya tidak bisa hadir. Karena selain saya bukan pengurus lagi, saya juga tidak bisa selalu keluar rumah karena kesibukan yang ada.

Yah, berkumpul dan berkomunitas bagi setiap orang itu merupakan sebuah kebutuhan. Apalagi dengan yang satu hobi, kesukaan atau pun  satu pemikiran. Banyak komunitas yang terbentuk di masyarakat. Semisal komunitas majlis taklim, komunitas pencinta vespa, komunitas sholawatan, dan yang lain-lain. Yang intinya adalah berkumpul dan melakukan kegiatan bersama.

Bagi yang sudah terbiasa berkomunitas, sangat tidak enak rasanya jika terputus atau tidak lagi berkomunitas. Rasa galau, sepi dan banyak lagi rasa-rasa lain akan menghinggapi. Apatah lagi kalau kita tergabung dalam komunitas pengajian. Mengkaji ilmu dan ma’rifat. Sekali saja kita tidak hadir, maka sungguh hati resah. Seakan ada yang kurang dalam hidup ini. Siraman rohani yang melembutkan hati, pengingat akan kematian pasti datang, kecintaan kepada Allah, Rasulullah dan keluarganya, dan masih banyak yang lain. Akan terasa rugi jika tidak menghadirinya.

Dalam komunitas yang terdiri dari banyak orang, tentu saja juga banyak pemikiran di dalamnya. Terkadang, kesalahpahaman antar anggota atau pimpinan dengan anggota bisa terjadi. Di sini dibutuhkan kedewasaan dalam menyikapinya. Terkadang ada rasa baper melanda karena ada satu masalah. Namun, rasa itu tidak boleh sampai membuat kita menghindar atau melarikan diri dari komunitas. Atau sebagai pimpinan mengeluarkan anggota dari jamaah. Masing-masing perlu menahan diri demi kepentingan bersama.

Satu hal yang disayangkan jika dalam suatu komunitas, komunitas yang sudah lama terbangun, terjadi perpecahan. di mana satu pihak melarang pihak lain untuk memberi kontribusi dalam membina kader. Dengan alasan bahwa pihak tersebut memiliki pemikiran yang berbeda dengan pihak yang melarang. Padahal sejak dulu dalam komunitas tersebut sudah sejak lama berbagai corak pemikiran sudah berkembang. Hal ini sama saja mematikan dinamika organisasi komunitas tersebut, padahal di situlah justru daya tarik dari komunitas itu.

Bercermin dari berbagai peristiwa dalam berkomunitas, apakah komunitas itu akan bertahan, mengalami kemajuan atau akan mengalami kemunduran atau pun stagnan. Hal itu ditentukan oleh sikap anggota komunitas terhadap anggota komunitas lain, adanya program kerja yang menarik dan kemampuan manajemen dari pimpinan komunitas. 

Satu hal yang pasti, kita tetap membutuhkan komunitas. Karena kita membutuhkan teman yang mempunyai minat yang sama, kebutuhan yang sama ataupun kecintaan yang sama. 


Sabtu, 26 Oktober 2019

HIJAB DAN IFFAH FATIMAH AZ-ZAHRA





Nabi Muhammad SAW adalah uswatun hasanah atau suri tauladan bagi umat Islam. Akhlak Rasulullah adalah Al Qur’an. Maka wajarlah kalau dikatakan bahwa Rasulullah adalah Al Qur’an berjalan. Dan orang yang paling mirip dengan Rasulullah adalah putrinya, Fatimah. Sehingga Fatimah adalah teladan sempurna bagi muslimah. 

Sebagai seorang yang mengaku muslimah seyogyanya akan menjadikan beliau sebagai teladannya. Apalagi beliau adalah penghulu wanita surga. Karena pada diri beliau terdapat sejumlah keagungan sebagaimana yang dimiliki oleh Muhammad SAW.

Salah satu sunnah Fatimah sehingga memiliki kedudukan yang sangat tinggi adalah ketatnya menjaga hijab dan mewasiatkannya. Salah satu ucapannya, “Yang terbaik bagi wanita adalah tidak melihat lelaki, dan lelaki tidak melihatnya.”

Pada kesempatan yang lain, beliau bersabda, “Kondisi yang paling mendekatkan wanita kepada Allah adalah berdiam diri di dalam rumah.” Rasulullah SAW ketika mendengar kalimat tersebut bersabda, ”Fatimah adalah bagian dari saya.”

Dalam bekerja, beliau juga sangat ketat menjaga hijab dan tidak pernah sekalipun bercampur dengan orang yang bukan muhrim.

Imam Ali berkata, “Suatu hari orang buta meminta izin menemui Fatimah, ia bersembunyi di belakang tirai, Rasulullah bersabda, “Mengapa kau bersembunyi, ia tidak melihatmu? Fatimah menjawab, “Akan tetapi saya melihat ia, dan ia juga mencium aroma badanku! Rasulullah SAW bersabda, “Demi Allah, engkau adalah bagian dariku.”

Ketika Rasulullah  membagi pekerjaan suami isteri, pekerjaan di luar rumah Ali yang bertanggung jawab sementara pekerjaan dalam rumah Fatimah yang bertanggung jawab, Fatimah begitu senangnya berkata, “Selain Allah tidak ada orang yang tahu betapa aku sangat bergembira, ayahku menghilangkan dariku berhadap-hadapan dengan lelaki yang bukan muhrim.”

Begitu pentingnya hijab dan iffah di mata Fatimah, sehingga tidak rela sekalipun setelah ia meninggal, orang yang bukan muhrimnya melihat bentuk badannya dan berkata kepada Asma, “Saya kurang senang tata cara memandikan mayat, yang membentangkan kain yang memperlihatkan bentuk badan wanita.” 
Asma berkata, “Wahai putri Rasulullah, saya melihat di Habasyah (Ethiopia) mereka membuat tabut, kemudian kain diletakkan di atasnya, sehingga ketika wanita dimandikan bentuk badan wanita tidak terlihat.” Fatimah, yang menurut riwayat tak seorang pun yang pernah melihatnya tertawa sepeninggal ayahnya, ketika melihat tabut tersebut, tersenyum dan berkata, “Betapa indah dan bagusnya, karena dengan tabut ini orang-orang bahkan tidak bisa membedakan pria atau wanita.

Dalam catatan perjalanan sejarah Rasulullah dan keluarganya, tidak pernah tertulis bahwa Fatimah dan putri-putri, isteri-isteri, dan saudari dari  wali Allah, Ulama Rabbani dan para sholihin ikut serta dalam berbagai pesta dan perayaan yang di sana bercampur dengan bukan muhrim dan berbangga dengan hal tersebut. Menghadiri pesta dan perayaan dan bercampur antar pria dan wanita jika dianggap sebagai kebanggaan, maka Fatimah yang memiliki keutamaan dan keistimewaan, tentu akan merasa bangga dengan hal tersebut.

Begitulah keutamaan Fatimah dalam menjaga hijab dan iffahnya. Masih banyak keutamaan lainnya yang bisa kita contoh atau teladani. Kehidupan beliau adalah kehidupan yang diwarnai kesucian, kesederhanaan, pengabdian, perjuangan serta pengorbanan. Beliau adalah sebaik-baik contoh bagi kaum muslimah. Karena beliau adalah penghulu para wanita seluruh alam dan penghulu para wanita di surga.

Siapa sih yang tidak mau menjadikan teladan seorang wanita penghulu para wanita di surga? Tentunya kita semua menginginkannya.  Menjadi seorang wanita seperti beliau walaupun itu rasanya tidak mungkin. Karena begitu banyak kekurangan yang ada pada diri kita. Namun, menjadikannya teladan, setidaknya menjadikan kita punya rambu-rambu bagaimana kita menjalani kehidupan ini seperti yang telah dicontohkan oleh beliau. Semoga kita bisa dipertemukan dengan beliau, Bunda Fatimah di surga-Nya nanti.

Penutup dari uraian ini, bahwa keutamaan dan kebanggaan adalah ketika seorang muslimah bisa tetap menjaga hijab dan iffahnya, namun tetap berusaha mendapatkan pendidikan yang terbaik, kemajuan ilmu pengetahuan dan maknawi dalam berbagi aspek kehidupan duniawi, baik dalam bentuk personal maupun dalam masyarakat. Yang terpenting dan sangat berperan adalah mengabdikan diri dan menjaga aturan-aturan dalam rumah tangga serta mempersiapkan kondisi demi keberhasilan dirinya, suami dan anak-anaknya. Mampukanlah kami, ya Allah ya Rohman..

Allohumma sholli ala Muhammad wa ali Muhammad.

Sumber :
-Fatimah Az-Zahra, Buah Hati Rasulullah SAW

Sumber foto by Google



Jumat, 25 Oktober 2019

KONTROVERSI PAKAIAN NASIONAL




Dalam beberapa postingan di media social, banyak yang mengunggah tentang pakaian nasional. Bahwa pakaian nasional itu adalah kebaya.  Sebenarnya hal itu sah-sah saja. Akan tetapi, hal itu menjadi soalan ketika dibanding-bandingkan busana berjilbab ataupun cadar. Yang katanya merupakan budaya Arab. Ada juga yang mengatakan itu budaya Yahudi.

Budaya sebagai hasil cipta manusia mengalami benturan atau pergesekan yang saling memengaruhi satu sama lain. Jadi tidak ada yang betul-betul budaya asli dari suatu daerah. Karena sudah mendapat pengaruh dari berbagai macam budaya. Apalagi Negara kita Indonesia ini yang terdiri dari berbagai suku dan bangsa. Juga terdiri dari beribu pulau yang bertebaran di nusantara ini. Terutama dalam hal berbusana. Tentu saja ada banyak perbedaan, walaupun tidak menutup kemungkinan banyak juga persamaannya.

Dalam hal pakaian, pakaian perempuan suku Jawa dengan kebayanya berbeda dengan pakaian perempuan suku Asmat di Papua. Ketika kita mengakui bahwa kebaya adalah pakaian nasional, apakah kita berani mengakui bahwa busana suku Asmat, yang maaf, notabene nyaris telanjang, ada? Juga busana adat dari suatu suku dari daerah Bima yang bernama Rimpu. Itu menyerupai busana bercadar. Apakah kita juga bisa mengatakan bahwa busana nasional itu termasuk Rimpu? Lalu kenapa hanya kebaya yang selalu digaung-gaungkan sebagai pakaian nasional bukan yang lainnya. Bahkan kemudian kebaya dihadap-hadapkan dengan busana berhijab, di mana notabenenya di daerah Indonesia pun punya model pakaian berhijab. Mengatakan ini budaya asli lah..ini budaya import lah..Khan tidak lucu. Jadi, menurut saya, pakaian nasional itu tidak boleh ditetapkan karena hanya mewakili pakaian daerah tertentu saja.

Kalaupun pakaian nasional kita adalah kebaya. Tetap saja pakaian itu hanya dipakai dalam acara-acara khusus. Seperti pada acara tujuhbelasan, hari kartini. Selebihnya, perempuan Indonesia memakai kaos oblong, kemeja, daster, gamis dan yang lainnya. Bahkan hampir setiap hari mereka memakai pakaian yang semacam itu.
Satu lagi, menurut Airlangga Pribadi, kesalahpahaman menempatkan kebaya sebagai penanda antagonism antara politik nusantara vis a vis politik Islam –Arab. Politik budaya asli versus politik budaya import. Mengapa demikian, karena selain tidak berfaedah bagi pembentukan komunikasi terbuka dalam ruang public kita yang sudah terbelah, narasi berbasis oposisi biner ini juga menunjukkan bahwa kita rabun jauh akan khazanah sejarah dan anthropologi kebudayaan. Membenturkan budaya asli dan yang import itu absurd, itu sama dengan membenturkan pribumi vs pribumi. Bagaimana kita mengidentifikasi kemurnian dan keaslian diri kita, padahal nenek moyang kita sendiri berasal dari daerah rantau yang ribuan tahun lalu berimigrasi dari Afrika ke China lalu ke Nusantara.

Oh yah ada yang mengatakan bahwa  kebanyakan teroris itu bercadar sehingga perlu ada pelarangan di Negara kita. Ah…masa sih? Memangnya AM rozi, teroris bom bali dan teroris di new Zealand itu bercadar. Tidak kan? Pelarangan terhadap cadar malah melanggar Pancasila. Terutama sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha ESA. Di mana salah satu butirnya adalah setiap warga Negara berhak menjalankan agama dan keyakinannya masing-masing. Memakai cadar termasuk menjalankan keyakinan. Walaupun para ulama berbeda pendapat dalam hal memakai cadar bagai kaum muslimah. Ada yang mewajibkan, ada yang mengatakan sunnah tetapi tidak ada yang sampai melarang. Kecuali, larangan untuk kaum lelaki untuk memakai cadar. Jadi kalau ulama saja berbeda pendapat mengenai hal ini. Mengapa kita yang awam, mati-matian menentang penggunaan cadar?? Bahkan ada yang berani mengolok-ngoloknya.

Lantas ada yang bilang cadar itu budaya Yahudi. Yah no problem lah…soalnya Yahudi itu saudara tuanya agama Islam. Nabi-nabi yang dihormati umat Islam itu beragama Yahudi lho, seperti nabi Musa, Yakub, juga nabi Yusuf. Islam datang untuk menyempurnakan ajaran yang sebelumnya. Bukan untuk menghapus ajaran yang sudah ada. Terutama dalam hal berhijab.

Jadi berhenti maki untuk mengatakan  kita sudah dijajah oleh budaya Arab. Toh budaya barat juga sudah merajalela di nusantara ini. Pergaulan bebas, pakaian mini you can see dan banyak lagi lainnya. Apakah itu lebih layak kita hormati daripada yang sudah berhijab? Menurutk saya, yang terbaik adalah bagaimana kita saling menghormati satu sama lain. Apakah kamu berkebaya, bergamis dan bercadar atau beryoucansee sekalipun. Toh. Masing-masing kehidupan kita akan kita akan pertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

Oh yah sekadar catatan sejarah Indonesia yang saya kutip dari.....












Senin, 21 Oktober 2019

Rincik vs Sertifikat

Posisi Sertifikat  Hak Milik  (SHM) memang lebih kuat dari surat rincik. Asalkan sertifikat hak milik berlandaskan alas hak yang benar. Kalau tidak sertifikat itu palsu dan tidak bernilai.

Mengapa masih banyak masyarakat yang tanahnya masih berbentuk rincik? Karena biaya pembuatan SHM lumayan mahal harganya. Sedangkan pronas atau program nasional yang gratis itu tidak sampai pada masyarakat umum. Padahal mafia tanah berkeliaran mencari mangsa.



Tanah kosong menjadi target utamanya para mafia tanah. Tiba-tiba di atas tanah kita sudah terbangun pondasi dan sudah terbit sertifikat hak milik di atasnya.  Namun sertifikat itu bisa dibatalkan jika kita memang punya dasar yang kuat, alas hak yang kuat.

Rincik masih termasuk alas hak yang kuat, menurut, Ibu Tuti,  staf senior Badan Pertanahan Nasional (BPN) Makassar. Rincik itu bisa berpindah hanya melalui jual beli dan hibah, serta waris. Kalau misalnya sang pemilik tidak pernah menjual atau tidak pernah menghibahkan. Bagaimana bisa kepemilikan bisa beralih dan terbit sertifikat tanah di atasnya? Padahal juga bukan ahli warisnya. Itulah kerjaan para mafia tanah.

Surat Rincik itu kutipan dari buku C. Di atas kertas tertulis judulnya Surat Pendaftaran Sementara Tanah Milik Indonesia. Untuk lebih jelasnya mengenai surat rincik  dan buku C bisa dicari lewat Mbah Google.

So, jika kita punya tanah kosong atau punya orangtua kita  dan suratnya masih surat rincik, waspadalah, jangan-jangan sang mafia tanah sudah mengincar-ngincarnya atau bahkan sudah menyerobotnya. Jangan biarkan tanah kosong dan tidak terurus.

Dan kalau punya rezeki, kita sebaiknya membuat SHM berdasarkan surat rincik yang kita miliki. Kalau SHM sudah ada maka surat rincik akan disimpan di BPN. Lebih cepat lebih baik. Daripada nanti harus berurusan dengan para mafia tanah. Capek sekali rasanya dan panjang urusannya.

Oh ya, gambar hanya pemanis, bukan tanah milik saya 😊😁

#CatatanPerjalanan
#IbukIbukBelajarHukum

Senin, 25 Maret 2019

Keseruan 3Karnaval di Trans Studio Makassar

3Karnaval di Trans Studio Makassar
Sabtu, 23 Maret 2019

Ada yang bilang, karnaval TRI itu semacam acara baris berbaris. Seperti karnaval di acara 17 Agustusan. Baris berbaris dengan menggunakan pakaian adat, pakaian profesi, ataupun pakaian unik-unik. Tapi karnaval TRI ini lain. Bukan acara baris berbaris atau pawai di jalanan. Tetapi semacam acara family gathering. Pemilik outlet dan keluarga diundang sebagai bentuk penghargaan karena outletnya mencapai target penjualan yang telah ditentukan oleh pihak TRI.

Alhamdulillah, sejak awal diadakannya acara ini, kami selalu mengikutinya. Bahkan sebelum bertitel "karnaval" . Setiap tahun outlet kami mendapat undangan untuk mengikuti 3karnaval itu. Bahkan pernah 3 kali dalam setahun.

Untuk satu outlet, ada empat tiket tersedia. Acara 3karnaval selalu dinanti oleh pemilik outlet. Karena sampai saat ini tak ada operator seroyal TRI dalam memanjakan ujung tombak pemasarannya. Kemarin, acara 3karnavalnya diadakan di Bugis Waterpark. Alhamdulillah, anak-anak puas mandi-mandinya. Siapa yang tidak senang dengan anugerah..anu gratis..maksudnya. Tidak gratis juga sih sebenarnya, tetapi mesti mencapai target baru bisa ikut dalam 3karnavalnya.

Tadi pagi, Alhamdulillah, menghadiri acara 3karnaval  di  area Mall Trans studio Makassar. Sebenarnya agak sedih juga sih karena harus meninggalkan kajian rutin demi mengikuti acara 3karnaval ini. Tapi, acara ini sudah lama ditunggu sama anak-anak. Anak-anak sudah dijanjikan untuk ikut acara ini. Jadi dengan berat hati ada yang harus dikorbankan 😢😢

Anak-anak begitu gembira di sana. Awalnya si kecil ngambek. Sabrina sudah ingin sekali bermain. Padahal, makanan yang disediakan pihak TRI sudah siap disantap di hadapan. Ia berlari keluar. Lalu muncul lagi. Lari keluar lagi. Muncul lagi. Jadinya tidak konsentrasi makan. Akhirnya, gantian mengawasinya.

Beragam permainan di area Trans Studio yang tersedia. Sayang banyak yang tidak bisa diikuti oleh Sabrina. Karena adanya ketentuan batas tinggi minimum. Jadi, terkadang saya yang menemani Renaisa, si kakak untuk naik wahana permainan yang satu, seperti Roll Coaster. Sementara, abanya menemani Sabrina untuk permainan yang lain, yang cocok untuk Sabrina. Waktu mengikuti permainan Roll Coaster ini, dengan menaiki kursi dan melayang-layang di udara. Rasa-rasanya mau ta'lempar. Kalau dinikmati rasanya asyiiik juga. Namun permainan ini tidak cocok untuk yang takut pada ketinggian. Jantung rasa mau copot.

Dalam wahana "Dunia lain" kami berempat ikut. Agak seram juga sihh. Di atas kereta, saya di depan, sedangkan Renaisa, abanya dan Sabrina di belakang. Sabrina tampak ketakutan. Dia digendong sama abinya. Abinya bilang, tutup mata, tutup mata kalau takut. Keretanya berjalan. Di samping kiri dan kanan jalan tampak hal-hal yang agak menyeramkan. Suster ngesot, kuntilanak dan macam-macam hantu lainnya. Tapi, sebenarnya itu cuma robot-robot atau patung-patung buatan. Yang digerakkan oleh mesin. Biarpun begitu, hati ini dikuat-kuatkan juga melewatinya. Banyak-banyak berzikir jadinya 😊😁 Sepanjang jalan berzikir terus. Jangan-jangan..tiba-tiba ada hantu betulan muncul. Waduuh..Tak terbayangkan, jika sendirian saja di atas kereta dalam waktu yang cukup lama dalam lorong yang lumayan panjang. Saya pun tak berani.

Sejak kemarin-kemarin sebelum acara, Renaisa bilang mau tahu bagaimana "Dunia Lain" di Trans Studio. Ia sangat penasaran dengan "Dunia Lain" itu. Seperti tidak sah rasanya, kalau tidak memasuki wahana permainan itu. Begitulah mungkin, karena ia juga sangat senang membaca cerita horor. Padahal anaknya cukup penakut. Saya juga heran dengan kegemarannya membaca cerita horor. Jadi ketika di dalam wahana "Dunia Lain" yang cukup seram itu. Renaisa dilarang tutup mata. 

Satu lagi yang cukup berkesan permainannya. Adalah Jelajah. Dan ini sebenarnya permainan yang kuhindari. Karena jika ikut permainan ini, pakaian bisa basah. Sedari awal, Renaisa ingin ikut tapi tidak ada yang menemaninya. Jadi, menjelang pulang baru saya bersedia ikut. Berkesannya permainan ini bukan karena permainan itu sendiri. Tapi kelamaan antrinya. Antri kok pake lama banget. Padahal rasanya sebentar sekali permainannya. Permainannya kayak seperti ini kita naik perahu, perahunya melaju, mengelilingi taman buatan, the lost world, menanjak ke atas ke puncak piramida, lalu menurun, lalu air berguncang menimbulkan cipratan-cipratan air. Akibatnya, bajupun jadi basah. Dingin karena ruang full Acc bertambah dingin karena baju yang basah. Banyak juga peminatnya permainan ini. Terbukti dari banyaknya yang antri. Tapi memang cantik tawwa bangunan Jelajah ini. Kayak yang di permainan game Zuma.

Masih ada beberapa permainan lain, tapi rasanya tubuh sudah mulai lelah. Lelah namun hati senang karena melihat anak-anak bergembira. Jam di handphone telah menunjukkan angka 3.55. Tidak terasa waktu berjalan yah di tempat seperti ini. Sebelum pulang, tak lupa mengambil doorprize yang sudah disediakan. Walaupun sebelumnya sudah pernah ke Trans Studio sewaktu acara family gatheringnya Telkomsel. Tapi lebih seru kali ini. Mungkin karena waktu itu Renaisa masih berumur tiga tahun. Belum banyak wahana permainan yang bisa diikuti. 

Maafkan jika foto-fotonya mungkin tidak sesuai dengan teks yang ada. Tapi itulah sebagian foto-foto yang sempat diabadikan dan saya anggap layak posting. Kalaupun ada anak saya yang berpose dengan jari seperti pendukung salah satu capres. Percayalah, itu bukan suatu pertanda. Sebab ia belum mengerti hal-hal berbau politik. Peace 😊😁😁

Special Thanks untuk manajemen TRI yang sudah mengadakan acara seperti ini dan juga terutama pada para pelanggannya Meta Cell yang telah setia belanja di Meta Cell, thengkyuu  🌷🌷

Rabu, 06 Maret 2019

Langsat, Buah Murah Meriah Kaya Manfaat



Buah langsat termasuk buah yang murah meriah..

Termasuk buah tempatan kesukaanku ini.
Bersyukur karena buah ini memiliki manfaat yang cukup banyak. Dan suatu kesyukuran juga karena sambaluku, pagandeng gangang, setiap hari membawa buah ini menjadi pelengkap jualannya. Harga Langsat Rp. 15.000/per 2 kilo. Lumayan ringan di kantong untuk ukuran masyarakat umum, kalangan menengah ke bawah. Termasuk kami yang pabalu pulsa. Buahnya yang kecil-kecil cukuplah untuk seluruh anggota keluarga.

Langsat memiliki kandungan kalori dan vitamin yang cukup tinggi. Dalam 100 gram buah Langsat, terkandung 70 kalori, 1 gram protein, 0,2 gram lemak, 13 gram karbohidrat, 0,7 gram mineral, 18mg kalsium, 9 mg fosfor, dan 0,9 zat besi. Tidak heran bila dalam hal kalori, mineral dan zat besi buah Langsat setingkat lebih tinggi dibandingkan Apel atau Jeruk.

Konon, buah Langsat sangat baik untuk yang sedang menjalani proses diet. Serat dan kandungan kalori dalam buah Langsat akan memberikan dampak pencernaan lancar dan tenaga lebih tanpa harus mengkonsumsi banyak makanan. Hal ini kubuktikan sendiri, pencernaan jadi lancar. Alhamdulillah..

Tetapi, bagi bumil, buah ini kurang cocok. Karena bisa bikin "gatta kelorang" dalam proses persalinan. Jika bumil Gatta kelorang itu, jika melahirkan rasanya sakiiit sekali. Sebelum bayi lahir, akan didahului keluarnya lendir-lendir terlebih dulu. Kalau belum habis lendir keluar, si bayi sulit ke luar.  Ini merupakan pengalaman sendiri pada proses kelahiran anak kedua. Waktu itu musim Langsat, saya tiap hari makan Langsat dan saya  begitu menikmatinya. Belum terbukti secara ilmiah sih. Jadi, boleh percaya boleh tidak. Dan bagi ibu-ibu boleh dibuktikan sendiri..😊😁

Sumber Referensi: Om Google

Jumat, 01 Februari 2019

Banjir, Pampang dan Daerah Resapan Airnya


2019 diawali dengan nestapa. Bagaimana tidak, ada beberapa wilayah di Sulawesi Selatan dilanda banjir. Sebagian kota Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Maros dan Pangkep mengalami bencana banjir yang cukup dahsyat. Bukan cuma banjir saja yang melanda Sulawesi Selatan, tapi juga longsor juga terjadi di daerah Malino dan di Desa Sapaya, Gowa.

Sangat menyedihkan memang. Pertama kalinya Sulawesi Selatan mengalami banjir dahsyat semacam ini dalam beberapa puluh tahun terakhir. Ada juga yang bilang ini siklus 30 tahunan. Berita-berita di medsos disertai gambar dan video pada saat kejadian membuat hati berduka sedalam-dalamnya. Ada rumah hanyut, ada yang tenggelam, ada nenek yang memeluk sebatang pohon bersama cucunya agar tidak terseret arus air, ada yang bertahan di atas atap rumah yang kedinginan sambil menunggu dievakuasi. Berita longsor pun tak kalah menyedihkan. Banyak yang tertimbun reruntuhan rumah. Rumah yang hancur akibat longsor. Dan sepasang suami isteri yang berpelukan tertimpa reruntuhan material rumahnya. Sungguh mengharukan.

Namun, ada juga berita yang berlebihan yaitu tentang Bendungan Bili-Bili yang jebol. Padahal hanya pintunya yang dibuka. Mengapa pintunya harus dibuka? Agar Bendungan Bili-Bili jebol tidak menjadi kenyataan. Karena kalau tidak dibuka akan membahayakan kondisi bendungan. Tekanan air yang berlebihan akan mengakibatkan bendungan akan mengalami kerusakan yang lebih parah.

Menurut Bupati Gowa, Adnan Purichta Yasin Limpo, "Karena hujan lebat, air di bendungan Bili-Bili sudah hampir mencapai ketinggian maksimal dari batas maksimal 103 meter. Sempat mencapai 102 meter ketinggiannya sehingga jalan terbaik adalah membuka pintu-pintu air. Jika tidak dibuka, akan semakin buruk dampaknya dengan tidak diminta-minta bisa terjadi jebolnya bendungan."

Akibat dibukanya pintu Bendungan Bili-Bili membuat sebagian wilayah Gowa mengalami banjir bandang begitupun juga sebagian kota Makassar. Banyak titik-titik banjir di kota  Makassar seperti di Perumahan Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Antang, Jalan Bung, Sekitaran Tello, juga depan STIMIK Dipanegara, jalan AP. Pettarani juga tak luput dari serbuan air yang melimpah.

Di lokasi tempat tinggal saya sendiri, Pampang, tepatnya Pampang 2, Alhamdulillah, tidak terkena banjir. Dari tahun ke tahun memang tempat kami aman dari banjir. Pernah sih air masuk dalam rumah tapi cuma setengah betis. Hal itu disebabkan lantai rumah lebih rendah dari got. Setelah lantai ditimbuni dan kemudian diperbaiki, air sudah tidak pernah lagi masuk ke dalam rumah.

Walaupun sebagian daerah Pampang juga sering banjir. Namun itu hanya sebagian kecil saja. Karena wilayah Pampang itu luas. Ada Pampang Raya, Pampang 1, Pampang 2, Pampang 3 (dulu bernama kampung baru), Pampang 4 (Pa'batangan),  dan Pampang 5 (Limbangan).  Wilayah Pampang yang sering banjir itu di daerah yang dekat empang, atau dekat tanah nipah. Di daerah itu, setiap tahun air pasti naik bahkan bisa setinggi dada orang dewasa. Sehingga kebanyakan warga di sana jika membangun rumah akan berbentuk rumah panggung.  Dan biasanya, rumah bagian bawahnya ditembok permanen. Sehingga bisa digunakan jika air tidak naik (banjir).

Mengapa sebagian besar wilayah Pampang masih terhindar dari banjir? Karena daerah resapan airnya masih ada. Belum menjelma menjadi perumahan-perumahan baru. Walaupun sebagian sawah-sawah dan juga tanah nipah sudah jadi rumah. Namun daerah Lakkang Ca'di (Lakkang) sebagai daerah resapan, yang lokasinya dekat Pampang masih terjaga.


Lakkang Ca'di adalah suatu daerah yang termasuk dalam wilayah kecamatan Tallo. Letaknya yang diapit oleh tiga sungai, yaitu Sungai Tallo, Sungai Unhas dan Sungai Pampang sehingga Lakkang dijuluki sebagai sebuah pulau, Pulau Lakkang. Di sebelah Utara, ada Sungai Tallo, yang  memisahkannya dengan daerah Tallo. Di sebelah timur, ada Sungai Unhas yang memisahkan dengan wilayah Tamalanrea. Di sebelah selatan, ada juga Sungai Pampang yang memisahkannya dengan daerah Pampang. Dan  sebenarnya ada beberapa sungai lagi yang memisahkannya dengan daerah lain di wilayah Kecamatan Panakkukang, seperti sungai yang ada di Panaikang (Salappokang).

Letaknya yang dikelilingi oleh sungai membuat warga yang hendak ke Lakkang mesti naik sampan atau motor boat terlebih dahulu. Setelah sampai ke seberang, kita akan berjalan kaki menyusuri hutan kecil, sawah, dan empang hingga sampailah kita ke perkampungan yang dinamakan Lakkang Lompo. Untuk sampai ke pemukiman itu, cukup lumayan jauh jarak yang  mesti ditempuh.

Daerah yang dilewati sebelum sampai ke Lakkang Lompo, itulah yang namanya Lakkang Ca'di.  Konon katanya, dulu Lakkang Ca'di ingin dijadikan daerah pariwisata. Tersiar kabar bahwa sawah-sawah dan tanah yang berada di sekitar Lakkang Caddi, harganya akan melambung. Saat itu sekitar 2004, sebelum masa pemerintahan Presiden Soesilo Bambang Yoedoyono. dan Wakil Presidennya Jusuf Kalla. Rencananya akan dibangun juga jembatan yang akan menghubungkan Pampang dengan Lakkang. Namun, setelah dikaji rencana itu akhirnya tidak jadi. Karena katanya, daerah itu perlu dijaga keasliannya. Sebab merupakan daerah resapan air.

Menurut sebuah sumber, daerah resapan air merupakan sebuah daerah yang disediakan  untuk masuknya air dari permukaan tanah ke dalam zona jenuh air sehingga membentuk suatu aliran di dalam tanah. Fungsi dari daerah resapan air sendiri  adalah untuk menampung debit air hujan yang turun di daerah tersebut. Secara tidak langsung daerah resapan air memegang peranan penting sebagai pengendali banjir di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau. Dampak yang terjadi bila alih fungsi lahan yang terjadi tak terkendali diantaranya adalah banjir. Banjir terjadi karena tidak adanya tanah yang menampung ai hujan. Dampak yang lain yakni kekeringan di waktu musim kemarau. ini terjadi karena air hujan yang turun di musim hujan tidak tertampung di dalam tanah akibatnya air tanah sedikit bahkan tak ada lagi.

Saya tidak dapat membayangkan jika saja saat itu Lakkang Ca'di sebagai daerah resapan air dialihfungsikan menjadi daerah pariwisata. Gedung dibangun dengan segala macam fasilitas sarana prasarana yang mendukung pariwisata tanpa memedulikan keseimbangan ekosistem. Akankah Pampang akan mengalami banjir seperti daerah-daerah lain yang terkena banjir? Entahlah. Yang jelas, ketika daerah resapan air dialihfungsikan secara tidak terkendali maka akan berdampak buruk pada lingkungan sekitarnya.

Sumber gambar : https://www.google.com//

Senin, 28 Januari 2019

Film Aquaman

Penasaran dengan Film Aquaman yang pernah diceritakan oleh seorang sobatku, Mila Nurhayati, sewaktu dirinya nonton di bioskop bersama anak-anaknya tercinta. Waktu itu saya ingin mendownload tapi kualitasnya masih kualitas CAM, jadi saya menunggu sampai kualitas HD dulu, supaya gambarnya mantap. Dan akhirnya, kemarin saya sudah menontonnya. Bagus betul filmnya. Nonton di laptop saja mantap apalagi nontonnya di layar lebar (bioskop) yah sob.


Filmnya mengisahkan tentang seorang pemuda yang berdarah campuran, yang bernama Arthur, Aquaman (Jason Momoa). Ibunya seorang ratu, Ratu Atlana dari bawah laut, Atlantis. Dan ayahnya, seorang manusia biasa, penjaga mercusuar bernama Thomas Curry. Ibunya terpaksa melarikan diri karena tidak mau dinikahkan paksa dengan orang yang  tidak dicintainya. Namun, karena ingin menyelamatkan putra dan suaminya, ia kembali ke kerajaannya di bawah laut. Dan terpaksa menikah dengan raja dari kerajaan lain di bawah laut. Kemudian, Ratu Atlana, ibu Aquaman, punya seorang putra lagi bernama Orm Marius (Patrick Wilson) yang kemudian yang menjadi raja Atlantis.

Raja Orm sangat membenci manusia di permukaan bumi. Menurutnya, manusialah yang bersalah mengotori lautan dengan segala macam sampah. Oleh karena itu, ia ingin menyatukan berbagai kerajaan di bawah laut untuk memerangi manusia di daratan. Di samping itu ia juga sangat membenci Arthur. Karena ia menganggap Arthurlah penyebab kematian ibu mereka. Ibunya terpaksa dikorbankan karena dituduh berkhianat dengan masih mencintai Arthur dan ayahnya. Tunangan raja Orm, Mera (Amber Heard) tidak sepakat dengan hal itu. Menurutnya, akan banyak jatuh korban jika terjadi peperangan. Mera menghubungi Arthur dan membujuknya untuk melawan adiknya. Dan mengatakan, bahwa ialah yang pantas jadi Raja, karena ia anak pertama dari Ratu Atlana.

Untuk menjadi raja menggantikan adiknya, ia harus mengalahkan adiknya. Tetapi ia tidak sanggup. Satu-satunya jalan untuk mengalahkan adiknya adalah ia mesti mendapatkan Trisula kuno, milik raja Atlantis pertama. Maka dimulailah pencarian Trisula kuno itu oleh Arthur bersama Mera.

Trisula itu akan menjadi senjata pamungkas untuk menumpas ambisi jahat adik tiri Aquaman yang ingin menguasai Samudera Atlantik. Orm sudah terlanjur emosi lantaran para manusia tidak pernah berhenti menciptakan polusi sampah di lautan.

Film ini lumayan bagus. Alurnya yang maju mundur, tidak membosankan dan penuh kejutan. Oh yah, saya tidak menyangka bahwa yang memerankan ratu Atlana adalah Nicole Kidman, mantan istri Tom Cruise. Saya sudah lupa raut wajahnya. Yang pernah populer pada masanya.

Satu hal yang saya sayangkan dalam film ini, mengapa Ratu Atlana dan Putri Mera, pakaiannya agak vulgar. Seandainya kostumnya lebih sopan sedikit. Alangkah bagusnya..hehehe..Ah sudahlah...kita ambil saja hikmahnya dari film ini. Salah satunya, jaga lingkungan kita dari pencemaran (polusi).

Minggu, 27 Januari 2019

Nonton Film Jurrasic Park

Salah satu pilihan kegiatan yang menyenangkan ketika lagi boring setelah mengerjakan aktivitas rutin sehari-hari adalah nonton film. Apalagi nonton bersama anak-anak, pastinya seru dan rame. Kelakuan anak-anak kalau nonton film yang menegangkan sangat lucu. Ada yang tutup mata dan ada yang lari sembunyi. Dan ada yang pura-pura tidur. Seperti Sabrina 😁

Tak perlu nonton film di bioskop, cukuplah nonton lewat laptop. Itu sudah cukup  membahagiakan. Film yang cukup bagus untuk ditonton bersama anak itu termasuk film Jurassic Park 2018. Menghibur sekaligus bisa mendapat pengetahuan tentang dinosaurus dan teman-temannya.  Bahwa pernah ada hewan di atas bumi ini yang akhirnya punah. Dari film ini kita juga bisa mengambil pelajaran tentang kesetiaan, penghianatan, dan keserakahan.

Tak bisa dipungkiri film ini masih ada adegan yang kurang layak ditonton bagi anak seperti misalnya ketika tokoh perempuan tertidur ketika terbangun bersandar pada teman lakinya. Nah disitulah pentingnya kita mendampingi anak dalam menonton. Kita bisa menjelaskan bahwa budaya kita tidak seperti itu.  Apalagi dalam ajaran agama kita. Selain dari adegan itu, tidak ada lagi adegan lain yang kurang pantas ditonton anak-anak. Karena memang film ini juga menyasar segmen anak-anak.


Saya mendownload film ini dari layar kaca 21. Saya suka ambil film di situs layar kaca 12 karena sudah ada subtitle-nya. Tidak perlu lagi mendownload subtitlenya seperti ketika mendownload di YouTube.

Sinopsis dari film Jurassic World 2018 ini:

Setelah runtuhnya taman Jurassic World di Isla Nublar, terletak di lepas pantai pasifik Amerika, dimana dinosaurus berkeliaran bebas di pulau selama tiga tahun. Hingga letusan gunung berapi yang terjadi mengancam keberadaan mereka.

Mantan manajer taman, Claire Dearing (Bryce Dallas Howard) membentuk sebuah organisasi penyelamat dinosaurus dan bekerja sama dengan Benjamin Lockwood (James Cromwell), mantan mitra John Hammond untuk membawa makhluk-makhluk tersebut ke tempat perlindungan di Amerika. Kekasih Claire, Owen Grady (Chris Pratt) yang merupakan mantan pelatih dinosaurus di taman tersebut ikut bergabung dengan misi untuk menemukan Blue, Veleciraptors terakhir yang pernah dia latih.

Namun situasi menjadi sangat rumit karena misi mulia mereka kemudian mengungkap sebuah konspirasi rahasia. Dan bencana menyerang ketika dinosaurus berbahaya, Indoraptor melarikan diri dan mulai meneror orang-orang.

Ini linknya :
https://dunia21.net/jurassic-world-fallen-kingdom-2018/

Senin, 21 Januari 2019

WISATA KEBUN RAMBUTAN


Beberapa pekan lalu, komunitas forum kajian kami mendapat undangan dari seorang sahabat, yang juga anggota komunitas, untuk jalan-jalan ke kebun rambutannya. Tentu saja kami sangat senang. Saya berpikir, kapan lagi piknik sambil makan rambutan langsung dari pohonnya. Anugrah lagi...anu gratis...hehehe..

Menjelang hari H, anakku yang ketiga, Renaisa sakit, dia fluber, flu berat. Ia muntah-muntah berkali-kali juga buang-buang air  besar. Saya jadi ragu mungkinkah saya bisa ikut ke kebun rambutan. Rasanya sangat penasaran untuk berkunjung kesana. 

Melihat kondisi Renaisa yang masih lemah, saya mempersiapkan diri untuk tetap tinggal di rumah saja menemaninya. Sehingga ketika saya ditanya mau ikut atau tidak ke kebun. Saya bilang tergantung Renaisa ji. Kalau sehatmi bisaji ikut, saya juga ikut.  Renaisa bilang ia sudah sembuh. Dan ia mau ikut.

Sebenarnya abanya Renaisa juga lagi sakit. Tapi ia begitu bersemangat untuk pergi ke kebun rambutan. Maka jadilah kami berangkat menuju lokasi kebun yang letaknya cukup jauh dari kota Makassar. 

Dengan harap-harap cemas, doa kupanjatkan semoga tidak hujan. Karena kami hanya mengendarai motor. Walaupun pakai jas hujan pasti akan basah kuyup juga karena jauhnya jarak tempuh menuju lokasi kebun rambutan. Berbeda jika naik mobil, tentu akan aman dari terpaan hujan.

Sekitar pukul 07.30, kami berangkat menuju lokasi kebun. Motorpun dipacu dengan cepat. Untung jalanan tidak macet. Sehingga motor melaju tanpa halangan. Alhamdulillah, selama dalam perjalanan menuju ke lokasi hujan tidak turun membasahi bumi. Sehingga kami tidak perlu berhenti untuk menunggu redanya hujan. Memang, langit cukup cerah. Tak ada awan hitam menggelayut di atas sana. Awan hitam pekat yang menandakan cepat atau lambat akan turun hujan.

Setelah menempuh perjalanan tidak cukup sejam. Tibalah kami di depan sebuah lapangan luas. Kami tidak langsung menuju lokasi. Soalnya, baru pertama kali kami akan berkunjung kesana. Sambil duduk-duduk di sebuah tempat penjual jagung masak yang masih belum buka, kami menunggu teman yang juga sementara dalam perjalanan menuju lokasi rihlah. Tidak lama kemudian, berhentilah iring-iringan motor di depan lapangan. Ternyata rombongan dari Tamalanrea. Alhamdulillah, ternyata memang di  sekitar situlah tempatnya.

Kami menyeberang jalan dan bergabung dengan teman-teman yang lain menuju lokasi. Ternyata, tempatnya tidak jauh dari jalan raya. Di sebuah rumah penduduk, kami parkir motor kami. Ada beberapa motor di parkir di situ. Saya melihat seorang ibu di pintu belakang rumah itu memandang kami. Saya merasa tidak enak hati. Saya bilang sama ibu itu, minta ijin yah ibu, kami simpan motor kami di sini dulu. Ibu itu bilang, iye simpan maki Nak. 





Saat menyusuri jalan memasuki kebun yang lumayan luas itu. Serasa seperti di dalam surga. Pohon-pohon rambutan yang sementara berbuah dan sungai yang mengalir di bawahnya. Rupanya, kebun itu di kelilingi oleh sungai. Kata Fitri, mana bidadarinya. Ada yang jawab, bidadarinya itu yah..kita-kita ini. Hehehe...Aamiin... Bukankah wanita sholehah itu nantinya di surga akan menjadi bidadari. Bahkan lebih cantik dan lebih segala-galanya dari bidadari penghuni surga.

Sambil berjalan mengitari kebun menikmati suasana kebun yang sejuk, kami memetik buah rambutan yang kulitnya sudah memerah. Senang sekali rasanya memetik buah rambutan langsung dari pohonnya. Buahnya ada yang bisa dipetik tanpa menjolok atau pun memanjat. Mantap sekali karena ada banyak pohon rambutan yang lagi berbuah. Walaupun kata beliau yang punya kebun, musim ini buahnya tidak serempak matang, masih banyak yang muda. Tapi, sebenarnya itu suatu keuntungan juga. Supaya buahnya lama dinikmati. Kalau langsung masak semua. Bisa-bisa tak ada lagi yang tersisa untuk waktu-waktu ke depan. Habis semua dipanen dalam waktu singkat. Begitu barangkali, menurut saya.




Sambil jalan-jalan menikmati pemandangan yang luar biasa ini. Saya berpikir bagaimana kalau kita semua punya kebun yang berbeda-beda. Ada yang punya kebun rambutan, ada kebun mangga, ada kebun apel dan kebun buah-buahan yang lainnya. Jadi kita nanti ganti-gantian berkunjung ke kebun masing-masing. Masya Allah...bolehlah dicita-citakan ya...Ilahi aamiin.







Anak-anak sudah tak sabar ingin mandi-mandi di sungai. Begitupun Sabrina. Sayang sekali, Renaisa tidak bisa ikut karena masih dalam proses penyembuhan. Untuk mencapai sungai, kita harus jalan menuruni tanah yang lumayan terjal. Begitu umumnya, jalan menuju sungai dari atas bukit. Saya saja agak takut untuk turun. Takut terpeleset. Tapi anak-anak itu tidak. Mereka dengan santainya turun ke sungai.  Kata teman yang sudah tiga kali ke tempat itu. Katanya, sungainya tidak dalam. Karena ada batu hitam di bawah sungai itu.
Saya meninggalkan Sabrina dengan kakaknya, juga dengan teman-temannya yang lain yang sementara mandi-mandi di sungai. Kelihatannya mereka senang sekali. Bahagianya mereka...






Satu hal yang tak bisa kukekang pada saat berkunjung pada suatu tempat atau suatu acara adalah mengambil gambar. Rupanya kebiasaan ini berlanjut di tempat ini. Saya lagaknya fotografer amatiran, memotret setiap ada kesempatan.  Teman-teman bilang paparazzi. Ada beberapa yang sempat kuabadikan momentnya. Kak Impa yang lagi kerja ikan, kak Lukman yang bakar ikan, kak Yati yang lagi goreng pisang dan beberapa momen lainnya.




Tentang kak Yati dan Kak Amrin. Mereka yang paling dinanti-nanti kedatangannya pada waktu itu. Karena sudah hampir siang mereka belum datang. Kami khawatir terjadi apa-apa dengan mereka. Mereka berangkat dari rumah dengan mengendarai dua buah motor. Satu dibawa kak Amrin dan yang satunya lagi dibawa oleh keponakan kak Yati. Ternyata, keponakan kak Yati kesasar. Untunglah, mereka bisa sampai ke kebun dengan selamat. Alhamdulillah.





Setelah ikan bakarnya matang dan sayur kelor yang dipetik langsung dari kebun masak. Kamipun makan bersama dengan lahapnya. Eh, ada lawa ikannya lagi. Baru pertama kali saya makan Lawa ikan. Eheem.. rasanya lumayan enak juga. Setelah makan, dihidangkan lagi pisang goreng dan kopi. Maknyus betul minum kopi di tengah-tengah kebun rambutan yang lagi berbuah. Sambil minum kopi, memandangi rambutan yang ranum. Rasa-rasanya ingin menjangkau buah berambut itu dengan tangan di dahan yang tinggi. Membayangkan tangan yang bisa memanjang menjangkau buah-buah itu. Hehehe..





Bapak-bapak ganti-gantian menjolok rambutan. Saya juga ingin menjolok tapi tidak tau caranya. Akhirnya, saya tinggal memunguti rambutan yang jatuh dari hasil jolokan.  Untungnya, bapak-bapak berbaik hati mempersilakan mengambil buah-buah yang berjatuhan. Seruu sekali, karena kita bisa mengambil buah rambutan dengan cara menjolok bisa juga dengan memetik langsung buah dari ranting yang letaknya rendah. Tapi lebih seru lagi seandainya pohon rambutan itu bisa dipanjat. Karena pohon rambutan batangnya bercabang-cabang rendah. Mudah sekali dipanjat biar ibu-ibu sekalipun. Sayangnya,  katanya tidak diperbolehkan oleh tukang kebun. Katanya, bisa-bisa pohon rambutannya sulit berbuah lagi dengan segera. Soalnya, kalau ibu-ibu yang manjat bisa lupa diri. Buahnya diambil sekalian dengan ranting-rantingnya. Padahal dari ranting-ranting itu bisa bermunculan lagi buah-buah baru. Oh yah, di kebun itu setidaknya ada dua jenis rambutan, ada yang buahnya besar-besar tapi rasanya kurang manis. Dan ada yang buahnya kecil tapi rasanya lebih manis. Dua-duanya, ternyata banyak peminatnya.





Hujan tiba-tiba turun. Namun cuma sejenak. Rupanya Allah membiarkan kami menikmati ciptaan-Nya yang indah ini. Seperti di surga saja rasanya. Sayangnya, kami harus bergegas pulang ketika jam sudah menunjuk angka satu. Abanya tidak enak badan dan ditakutkan hujan tiba-tiba mengguyur bumi. Takutnya Renaisa yang juga masih belum fit benar, kena hujan dalam perjalanan menuju pulang.  Dan benar, sebelum fly over hujan tiba-tiba turun. Tak ada tempat singgah untuk berteduh. Syukurlah, hujannya tidak begitu deras dan cepat berhenti.

Saya bersyukur bisa mengikuti rihlah bersama teman-teman komunitas forum kajian. Suasana kekeluargaan begitu terasa membuat rihlahnya begitu menyenangkan. Dan ucapan terima kasih kami haturkan kepada senior kami yang telah mengundang kami ke kebunnya. Dan membiarkan kami dengan leluasa menikmati rambutan segar langsung dari pohonnya dan juga membawa pulang sekantong rambutan ke rumah. Semoga Allah melimpahkan rezeki yang berkah buat kakanda berdua. Jazakumullahu khaeran katsiran. 

Sangat bersyukur dikelilingi para sahabat yang saling menyayangi. Bersatu dan bersama dalam jamaah. Semoga dipertemukan kembali di akhirat kelak dalam surga-Nya.
Aamiin aamiin ya robbal alamin.
Allohumma sholli ala Muhammad wa ali Muhammad.

Alhamdulillahi robbil alamin...