Kamis, 22 September 2016

Seminar KOHATI

Ahad lalu, 18 September 2016, KOHATI mengadakan seminar sehari di AULA LAN, Andi Pangerang Pettarani. Seminar Sehari yang dilaksanakan oleh KOHATI dalam rangka memperingati Milad KOHATi. Alhamdulillah, tanpa disangka Seminar Sehari ini lumayan banyak yang hadir. Baik dari anggota KOHATI yang aktif maupun alumni KOHATI dan senior HMI juga ikut hadir. Padahal menurut Rahmi Daeng Ngai, Ketua Kohati MPO cabang Makassar, persiapan untuk acara ini tergolong singkat, hanya dua pekan minus hari lebaran. Congrulation dinda.

Menariknya lagi acara ini, bagi 30 peserta pertama yang hadir diberikan doorprize berupa buku. Buku dari Kanda Abdul Rasyid Idris. Lumayan khan. Dapat ilmu dari seminar, juga dapat buku, silaturrahim pun jalan. Tapi sayang sekali, teman dudukku, sohibku Mumtihanah Razak, tidak dapat bukunya. Padahal dia lebih duluan datangnya dari saya. Dia tampak kecewa sekali. Saya bilang kenapa tidak dapat. Dia bilang, saya kira dibeli. Oh kasian..yang sabar yah. Pinjam istilahnya Sopo di film kartun anak Adit, Sopo dan Jarwo.

Dalam seminar ini, sebelum narasumber mengemukakan materinya masing-masing. Ada juga sesi hiburan yang diisi oleh anak-anak TK PAUD binaan FKM pusat Makassar, santri dari Masjid Babuttaubah Pabbentengang binaan Kanda Mauliah Mulkin dan Dinda Jusnawati Assyifa yang membacakan puisi.

Oh yah, bagi anak-anak TK PAUD binaan FKM pusat, ini adalah penampilan perdana mereka. Jadi wajar, apabila mereka agak kikuk dan mesti dituntun sama ibu gurunya. Apalagi usia mereka masih relatif masih sangat muda. Tapi alhamdulillah, lumayan menghibur. Ditambah dengan penampilan Zainab putri dari Kanda Isra Magassing dan almarhumah Kanda Sukmawati. Ada yang berkesan ketika gadis cilik itu ditanya oleh Kanda Ningsih. Apakah Zainab nanti mau jadi ketua KOHATI. Refleks Zainab bilang TIDAK. Jawaban spontannya kontan membuat yang hadir tertawa. Jawaban yang barangkali agak mengecewakan. Secara pribadi, saya maunya Zainab jawabnya MAU. Tetapi Jawaban tidaknya Zainab mengingatkan kita pada tradisi HMI sejak dulu manakala seorang kader ditanya apakah bersedia jadi seorang ketua. Maka niscaya jawabannya adalah TIDAK. Karena mengingat sebuah jabatan adalah sebuah amanah yang berat. Tetapi sebagai seorang kader, maka yang terpilih atau yang sudah dipilih dalam suatu mekanisme pemilihan pantang untuk menolak apabila sudah diserahi amanah itu. Walaupun mesti menangisi diri mengingat beratnya amanah yang akan diembannya.

Penampilan gadis-gadis remaja arahan kak Uli pun tak kalah menghibur para peserta seminar. Demikian pula, pembacaan puisi yang dibawakan secara apik dan penuh semangat oleh dinda Jusnawati Assyifa, menambah semarak acara milad KOHATI 50th ini.

To be Continued


Tidak ada komentar:

Posting Komentar