Senin, 12 September 2016

MEDIA DAN HOAX

Media sosial sebagai media tempat berinteraksi lewat dunia maya. Dalam interaksi ini, kadang terjadi pergesekan antara para pengguna. Salah satu penyebabnya antara lain postingan-postingan berita hoax atau status-status kebencian terhadap sesuatu yang tidak disukainya.

Entah mengapa, orang begitu mudah untuk menyebarkan status dan berita hoax. Tanpa berusaha tabayyun terlebih dahulu. Bahkan ada juga yang keasyikan memposting berita-berita sampah. Sampai mengirimkan ke kronologi temannya. Si pengirim berita ini bisa disinyalir tidak suka pada objek dalam berita. Tetapi, apakah berita itu sudah valid kebenarannya atau tidak. Pentingnya validasi tentang suatu berita agar kita sebagai pembaca tidak terburu-buru melayangkan vonis bagi
mereka yang diberitakan dan ikut juga menyebarkan berita sampah itu.

Baru-baru ini, ada lagi berita di media televisi dan media online. Kalau di media online, bisa dimaklumi, sebab media yang menyiarkannya yaitu Portal Piyungan Online memang sering membuat berita yang tidak masuk akal, bahkan cenderung memprovokasi. Saya mulai perhatikan sejak berlangsungnya pemilihan presiden 2014. Dan media televisi nasional, yaitu Indosiar. Mereka yang menayangkan tentang ziarah umat syiah di Karbala. Mereka memberi judul Wukuf Umat Syiah di Karbala. Sesuatu yang memprihatinkan. Bagaimana tidak, ziarah dikatakan wukuf. Ziarah yah ziarah, wukuf yah wukuf. Berziarah itu bisa di mana saja. Tetapi wukuf itu hanya boleh di padang Arafah.

Umat Islam Syiah itu memang punya kebiasaan setiap tahun berziarah ke Karbala. Karbala ini tempat pembantaian cucu Rasululullah bersama keluarga dan para sahabatnya. Mereka dibantai oleh pasukan Yazid dengan kejamnya. Untuk mengenangnya, para pencinta ahlul bait berziarah ke Karbala. Bukan cuma umat Islam tapi umat kristen pun ada juga yang berziarah ke sana.

Selama ini memang ada berita yang beredar. Yang dihembuskan oleh pihak-pihak yang tidak menyukai persatuan dalam tubuh umat Islam. Bahwa Syiah itu ibadah hajinya ke Karbala. Tetapi yang saya herankan mengapa sangat banyak orang syiah yang berhaji ke Mekah. Memang baru-baru ini, pemerintah Arab Saudi melarang negara Iran, Suriah dan Yaman untuk berhaji. Tetapi bukan karena mereka orang Syiah. Tetapi, karena Iran memprotes penyelenggaraan haji tahun kemarin yang menewaskan banyak orang Iran. Tetapi mengapa Yaman juga dilarang, Suriah pun demikian. Sungguh terlalu Khadimul al Haramain kali ini.

Berita yang menyesatkan dari media nasional sekaliber Indosiar. Entah ini pesanan atau memang tidak sengaja. Tapi ini mencederai perasaan umat Islam Syiah. Menyebarkan berita kebohongan yang bisa menyebabkan provokasi di masyarakat yang sangat rentan dipermainkan isu. Mestinya berita seperti ini diklarifikasi terlebihi dahulu sebelum ditayangkan agar tidak menuai masalah dikemudian hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar