Minggu, 05 Januari 2020

Reuni, Ruang Melepas Rindu


Jumat siang, 3 Januari 2020 saya menyempatkan diri menghadiri reuni kecil-kecilan bersama sahabat dari alumni kohati MPO UNHAS. Undangan reuni ini sifatnya terbatas. Bukan karena alumni kohati UNHAS itu sedikit. Alumni Kohati UNHAS sangat banyak malah. Namun, dengan berbagai pertimbangan yang ada. Mengingat terbatasnya waktu dan banyak teman yang berada di luar kota Makassar. Maka hanya segelintir makhluk manis yang hadir di reuni tersebut. Ceilee..makhluk manis…hehehe…
Pada reuni kali ini, Mila Nurhayati yang bertindak sebagai tuan rumah. Sebenarnya, bukan hanya kali ini, di tempat sahabatku yang cantik ini diadakan reuni atau pertemuan. Tetapi, reuni-reuni sebelumnya pun biasanya diadakan di rumahnya di kawasan Mannuruki. Yang hadir pada acara ini, selain tuan rumah, Mila Nurhayati, yaitu Ria Wardani, Niken Hapsarini Dewi, Mumtihanah Razak, Herlina Yunus, Andi Herlina (Wafiqa) dan Aisyah.
Tuan rumah, Mila Nurhayati, Ria Wadrani, dan Aisyah adalah alumni Fakultas Ekonomi Unhas.  Mbak Niken Hapsarini Dewi adalah alumni Fakutas Ekonomi D3 Unhas. Herlina Yunus, Andi Herlina (Wafiqa), Mumtihanah Razak adalah alumni Fakultas Sastra Unhas. Mohon maaf kalau saya salah ingat asal fakutasnya masing-masing yah say…silakan diprotes..Sedangkan saya sendiri adalah alumni Fakultas Pertanian Unhas. Walaupun berasal dari beragam fakultas tapi himpunan hijau hitam telah menyatukan kami dalam suatu ikatan persahabatan dan kekeluargaan.


Saya bercerita sedikit tentang masa lalu, tentang awal mula saya menginjakkan kaki di himpunan yang mempertemukanku dengan jodohku..hehehe..Awalnya, pada pertengahan 1997 saya diajak oleh Kak Naharia dari Universitas Muslim Indonesia (UMI)  mengikuti basic training di UMI. Awalnya bukan saya yang diajak, tapi temannya saya. Namun teman saya tidak jadi ikut. Dengan berbagai alasan saya juga menolak untuk ikut basic training. Karena pada waktu itu saya masih aktif di Ikatan Putri Nahdlatul Ulama.  Tetapi karena kepiawaian membujuk dari senior kohati pada waktu itu, akhirnya hatiku luluh dan bersedia ikut pelatihan itu.
Pada awal mulanya acara bastra yang diadakan oleh Fakutas Pertanian UMI bekerja sama dengan Politani Unhas Pangkep bertempat di Masjid Alauddin, Racing Centre. Setelah bastra berlangsung dua hari, dipindahkan ke laboratorium Perikanan UMI. Lumayan banyak pesertanya pada hari itu. Setelah selesai bastra saya banyak bertemu dengan anggota dan pengurus HMI dari berbagai universitas. Termasuk dari universitas tempatku menempuh pendidikan, Universitas Hasanuddin.
Ketika ditawari menjadi anggota komisariat pertanian di UMI karena di Fakultas Pertanian Unhas masih saya seorang diri anak HMI MPO. Saya lebih memilih bergabung dengan komisariat Sastra Unhas karena faktor kedekatan lokasi tempat perkuliahan. Sehabis mengikuti perkuliahan saya bisa jalan-jalan ke Fakutas Sastra, Sospol dan Ekonomi untuk menemui teman-teman akhwat di sana. Saya mencatat jadwal perkuliahan teman di beberapa fakultas itu. Agar bisa ketemu sama mereka. Terkadang menunggu di luar kelas sambil mengintip mereka yang masih sementara mengikuti perkuliahan.
Seru juga mengingat masa-masa itu, masih bisa kubayangkan saat-saat menunggu Herlina Yunus, Wafiqa, Ningke, atau Mumtihana di luar kelas, di koridor Fakutas Sastra. Juga menunggu Mila Nurhayati di luar kelas di koridor Fakutas Ekonomi. Atau Darmawati Arif di koridor Fakultas Sospol. Menunggu mungkin membosankan tetapi menunggu makhluk-makhluk manis ini seperti tak ada rasa itu. Saban hari, kalau ada jadwal perkuliahan mereka. Saya pasti bergerak menuju ke tempat mereka. Menjumpai teman-teman ter—hebohku saat itu…terhebat…tersayangku..hehehe. Mereka termasuk akhwat penggerak di komisariat mereka masing-masing dan di Korkom Unhas pada zamannya.
Lanjut ke acara reuni, sejak semula, Jumat, 3 Januari 2019 ditetapkan sebagai hari H nya. Kenapa ditetapkan hari itu karena hari itulah yang paling pas. Sobatku Herlina Yunus yang mukim di Sidrap baru berangkat ke Makassar pada Kamis, 2 Januari setelah bermalam tahun baru di Soppeng. Sabtu, 04 Januari ada acara reunian Cekgu Herlina dan Wafiqah dengan mantan guru Al Insyiro dan Mbak Niken mesti balik kampung ke Yogya, Ahad 5 Januari karena sobatku itu tempat mukimnya sekarang di Kota Gudeg, Yogyakarta. Jadi, hanya Jum’at itu yang kosong dari agenda.
Sebenarnya, Jum'at bagi saya bukan hari yang ideal untuk pertemuan. Karena kalau Jum’at biasanya, pak suami jum’atan di luar sekalian pergi berbelanja kebutuhan konter. Jadi saya yang bertugas menjaga konter sambil menunggu sales dari beberapa operator seluler. Namun, karena tak ada hari lain yang lebih baik dan memungkinkan dengan pertimbangan yang ada, maka mau tak mau harus setuju. Daripada gagal dan batal lagi acara kopi daratnya..eh reuninya. Tapi, istilah kopi darat kayaknya cucok juga.. karena selama ini kita sudah biasa ber- kopi udara, lewat facebook dan WA..khan??
Beberapa teman lain di luar Unhas juga rencananya diundang tetapi waktu yang mepet tidak memungkinkan untuk mengundang mereka. Ukhti Aisyah dan Ria Wardani diundang pas malam sebelum acara diadakan. Untunglah, mereka tidak tersinggung karena telat diundang. Soalnya saya mengundang lewat tengah malam via nomor whattsap yang diberikan oleh tuan rumah. Padahal acaranya akan diadakan hari itu juga…hehehe…Wah.. .Salut dengan kesigapan kalian merespon panggilan reuni yang tiba-tiba…
Siang itu, saya termasuk yang terlambat datang. Di tengah hujan yang tak pernah berhenti tercurah dari langit, saya berangkat ke lokasi acara dengan naik grab bersama anak perempuanku, Renaisa dan Sabrina. Tumben hari ini sejak subuh hujan tak pernah reda. Tidak seperti hari kemarin. Di sana sudah berkumpul  Mbak Niken, Mumti, Ria dan Wafiqa dan tentunya sohibul bait, Jeng Mila. Mereka duduk di atas karpet yang hangat. Di depan mereka terhidang kue-kue bolu yang lezat merek terkenal bawaan Mbak Niken dan juga tuan rumah, juga buah rambutan yang menggoda selera.


Di atas meja, tampak ketupat dan temannya, Coto Makassar seperti memanggil untuk segera disantap. Coto Makassarnya disponsori oleh Mbak Niken. Rupanya tamu dari jauh  ini mengerti selera teman-temannya....hehehe. Tuan rumah mempersilakan mencicipi makanan khas Makassar itu. Namun, saya yang belum sholat pamit dulu untuk menunaikannya. Habis sholat baru saya bergabung dengan mereka. Sambil menyantap makanan yang disediakan oleh tuan rumah, kami menunggu teman yang belum datang. Cekgu dari Sidrap belum datang, juga Aisyah.
Tak lama kemudian, Aisyah datang. Alhamdulillah, sekian lama tak berjumpa dengan saudaraku yang satu ini. Rasa rindu terlepas sudah. Walau sering bersua di medsos, tapi rasanya berbeda jika bertemu langsung. Face to face, tatap muka langsung dan berpelukan dengan sahabat. Alangkah indah silaturahmi. Eeh.. Ibu Herlina belum datang juga. Tiba-tiba ada telepon masuk.  Cekgu Lina yang menelpon. Ia bilang, “Jangan bubar pertemuannya dulu yah, tunggu saya.” Saya bilang,”Aiih kesinimi cepat, habismi coto.” Ia tertawa dengan tawa khasnya dan berpesan untuk menunggu dirinya datang.


Akhirnya Cekgu Herlina pun datang, suasana pertemuan semakin hangat dan seru dengan berbagai kisah dan pengalaman Mumtihanah sebagai ibu guru. Kehadiran Mumtihanah yang baru kali ini hadir di acara reuni benar-benar membuat bersemangat. Sampai-sampai saya hanya bisa melongo dan menjadi pendengar yang baik. Selain karena semangatnya membagi pengalaman menjadi seorang guru ditambah dengan kekocakannya bercerita. Menjadikan pertemuan menjadi hidup.
Eeeh…ternyata ada ronde kedua makan-makannya tawwa. Mi Titi dihidangkan lagi oleh tuan rumah. Baik bener dan royal bener ini tuan rumahnya. Semoga Allah melancarkan rezekimu sayangkuu, Jeng mila…tapi, maafkan kami sudah merepotkan. Habis makan-makan, kami berfoto-foto mengabadikan momen kebersamaan kami. Yang entah kapan terulang lagi. Namun, harapan kami semoga momen liburan nanti bisa reunian lagi. Dan teman-teman yang lain juga bisa bergabung dengan kami.
Dalam sesi foto-foto, ada kejadian yang lucu. Untuk mendapatkan background foto yang menarik, kami turun ke kolam ikan. Untungnya kolam ikannya kering, kalau tidak mesti berbasah-basah ria bajunya. Ada juga yang mau naik ke jembatan buatan di atas kolam. Untung tuan rumah mencegah. Kalau tidak, jembatannya bisa rumbang karena dinaiki orang yang berat-berat bobot badannya. Bukan saya yah….hehehe. Tapi sebenarnya saya juga punya niatan naik ke jembatan itu…hihihi…


Setelah berfoto-foto, jam sudah menunjukkan pukul 17.00 WITA, Mumtihanah mengajak pulang bareng. Karena kendaraan pete-pete ke Pepabri lewat jam itu sudah susah didapat. Teman-teman yang lain pun berpamitan dengan tujuan yang berbeda. Pulang ke rumah masing-masing. Saya diajak oleh Mbak Mila nonton bareng di bioskop bersama Mbak Niken dan Herlina Yunus. Tapi, saya tidak bisa karena ada anak santriku yang baru datang dari pondok menantiku di rumah. Setiap tanggal baru ia libur dan pulang ke rumah selama tiga hari.
Sebelum pulang, Mumtihanah diberi hadiah pohon bidara idamannya. Dengan riangnya, Mumtihanah menerima anugerah itu. Katanya, sudah berapa kali ia mencoba menanam pohon bidara dan selalunya mati. Sekarang ia mendapat pohon bidara yang sudah besar bersama embernya. Bisa dibayangkan bagaimana besarnya pohon bidara itu. Dan betapa bahagianya Mumtihanah menerima pemberian itu.
Sepanjang jalan, saya menanyakan keadaan Mumtihanah. Untuk memanfaatkan waktu yang sempit. Karena kami jarang sekali bertemu. Akhirnya, di depan Graha Pena, Mumtihanah turun dan menunggu pete-pete yang menuju ke Pepabri, Sudiang.

**************

Masih enggan sebenarnya untuk berpisah dengan Mumtihanah dan sahabat-sahabatku yang lain. Namun, seperti kata pepatah di mana ada pertemuan di situ pasti ada perpisahan.  Begitu pula pertemuan hari ini. Semoga suatu saat bisa mengulang momen kebersamaan yang indah seperti ini lagi.

Terima kasih sahabat-sahabatku atas persahabatan yang sudah terjalin. Terkhusus kepada tuan rumah, Jeng Mila Nurhayati, terima kasih banyak sudah menjadi tuan rumah yang baik…Super baik malah…

Semoga persahabatan kita semua diridhai dan diberkahi oleh Allah Yang Maha Pengasih lagi Penyayang. Dan persahabatan kita abadi sampai surga-Nya……..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar