Begitulah, keluhan seorang perempuan dalam curhatnya. Dia mengeluh seakan-akan dia tidak menyadari apa yang dilakukannya selama ini. Ataukah ia sengaja menepiskannya. Selama ini, katanya ia cuma menganggap partner seorang laki-laki. Seorang laki-laki yang memberi perhatian padanya. Mengajaknya jalan bareng. Bahkan memberikan hadiah padanya.
Kedekatannya itu, kemudian ditampilkan di depan umum. Melalui gambar-gambar mereka di medsos. Di facebook maupun lewat instagram. Dengan caption dibumbuhi kata-kata sayang. Terlontarlah komentar-komentar yang tak disangka-sangka olehnya. Ucapan selamatpun bertebaran. Pertanyaanpun tertuju padanya. Sudah nikah kak? Kapan nikah dek? Itu baru komentar-komentar yang tampak. Belum yang melalui inbox. Entah apa yang terjadi. Nasehatkah atau hujatankah.
Tentu saja, orang yang biasa melihat gambar-gambar wanita itu dan yang katanya partnernya itu tidak terkejut. Cepat atau lambat, ia akan terkena tuduhan yang macam-macam itu. Orang kadang gampang menyimpulkan sesuatu walaupun itu hanya persangkaan belaka. Mereka tidak mau tau apakah memang benar persangkaan mereka atau tidak. Mereka pikir, gambar yang berbicara tentang kemesraan itu sudah cukup. Sedangkan lewat gambar yang diunggah di medsos saja terlihat mesra apalagi di belakang layar.
Itulah yang namanya fitnah. Terkadang, kita sendiri yang membuat diri kita terkena fitnah. Sering berjalan berdua dengan non muhrim. Kemudian, difoto dan diunggah di medsos, diimbuhi caption romantis. Orang bisa menduga macam-macam. Apalagi, kita sebagai seorang muslimah yang tentu saja lebih paham tentang pergaulan dengan lawan jenis. Orang akan berkomentar macam-macam. Wajar saja, karena kitalah yang mengundang komentar-komentar negatif tentang kita.
Dan perlu diingat, janji iblis buat anak cucu Adam benar adanya. Untuk menggelincirkan manusia dalam jurang kesalahan. Kita tidak boleh menjamin diri kita untuk tetap terjaga kesuciaannya. Ketika sering jalan berduaan. Karena, ketika laki-laki dan wanita berduaan, maka ada setan diantaranya. Pasukan iblis itu tidak akan puas sebelum melihat kalian tergelincir. Maka, sebelum terlambat hindarilah berduaan.
Wanita,
Jagalah dirimu
Karena engkau seperti permata
Jika telah retak tak bisa utuh kembali
Tidak ada komentar:
Posting Komentar