Minggu, 28 Februari 2016

Seperti Puisi


Kalau dunia ini sbuah panggung
Jadilah aktor pemersatu
Bukan aktor pemecah belah
Dengan cara mengadu domba
Sehingga kedamaian dapat mewujud
Di muka bumi
                 
**********

                  Kecewa dan Penawar

Ketika kecewa menghunjam kalbu
Kukembalikan rasa ini pada-Nya
Karena hanya Dialah sang penawar
segala rasa
Sesakit apapun jua

***********

               Tersentak

Aku cuma bisa tersentak
Melihat prilakumu
Barangkali kamu tak sadar
Ataukah memang tak mengerti
Tapi bisa jadi kamu manusia lugu

Sebelum menggoreskan kata
Perlu dipikirkan terlebih dahulu
Karna kata bukanlah sekedar kumpulan huruf
Tapi mereka miliki makna
Camkanlah maknanya
Bukan hanya sekedar menyenangkan hati
yang ditujunya

Tersentak aku
Tapi apa daya
Maafkanlah aku

**********

                Belajar, Jangan Iri

Banyak yang iri dan benci orang Cina
Mengapa mereka bisa kaya raya
Mengapa bisa memimpin pribumi
Tapi tidak belajar
Bagaimana orang Cina itu
Bisa kaya raya
Juga sukses

Iri saja
Benci saja
Takkan buat kita
Lebih kaya
Lebih sukses
Apalagi
Lebih baik dari orang Cina

***********

Tak Rela Bumi Pertiwi Terkoyak

Devide at impera, politik pecah belah
Inikah yang terjadi saat ini?
Segala daya upaya
membenturkan  Sunni - Syiah
Fitnah hoax marak terjadi di dunia maya
Belum lagi di dunia nyata

Siapa yang ambil untung
ketika umat Islam terpecah
Jawab dengan hati
jangan dengan emosi
walau dalam hati

Tapi
Sungguhku tak rela
Bumi pertiwi terkoyak
Tubuh manusia bergelimpangan
tak bernyawa
Darah manusia tak berdosa
Menggenang di bumi Nusantaraku

Laksana Timur Tengah
Nun jauh di sana

***********

                    Terperdaya Dunia

Sontak aku terkaget dikagetkan
Mengapa dan mengapa, penyebabnya apa

Barangkali tlah kukenakan pakaian takwa
Yang smestinya membuat diri sanggup menilik memilah
sekiranya apa yang boleh dibolehkan

Tapi ternyata aku pun tenggelam dalam
euforia gemerlapnya pesona dunia

Barangkali kesadaranku tlah terperdaya
Pengetahuan akan kedirianku belum seberapa
Sehingga kutakluk dan tak berdaya

*****************

Kuyakin Kau ada slalu
untukku...
Di manapun kuberada
Hangat Kasih sayang-Mu
Slalu membelai jiwaku

Engkau sgalanya bagiku
Bukan yang lain...
Selain-Mu hanyalah
manifestasi diri-Mu

Ilahi

******************

Antara Kesederhanaan  VS Korupsi

Tak cukupkah Rasulullah
mengajarkan arti sebuah
kesederhanaan

Tak kenal atau tlah lupakah kita
Rasulullah junjungan kita
Pemimpin tertinggi kaum muslimin
Yang tidurnya beralaskan tikar
Bukan di atas permadani nan empuk


Tak cukupkah kita mengenal putrinya,
Fatimah AzZahra as
tentang kesederhanaan
tentang ketabahannya

Tak pernahkah kita dengar sebuah kisah
Fatimah azZahra as dan kedua anaknya
yang masih kecil rela  menanggung lapar
Demi memberikan makanannya
kepada pengemis
Walau sudah tiga hari
tiada makanan yg masuk ke perut mereka
Betapa kasih sayang mereka
Kepada kaum mustad'afin sangatlah besar

Sungguh mereka,
manusia-manusia mulia yang patut diteladani

Tapi mengapa korupsi merajalela
Di negara kita yang mayoritas muslim ini
Para koruptor tega membiarkan rakyat kelaparan
Sementara mereka berpesta pora
Menikmati uang haram
Hasil jarahan uang rakyat

Dan sayang seribu sayang
Hukum di negara kita
Tajam ke bawah tumpul ke atas
Banyak koruptor tak tersentuh hukum

Barangkali kita hanya sekadar
mengaku pengikut
Tetapi
Kita tidak benar-benar mengikuti
Apalagi meneladani manusia-manusia mulia ini...

*****************
         

                        Introspeksi Diri


Ketika tuduhan teralamat kepada kita
Usah kita mencari pembenaran
Bahkan balik mencerca pihak lain
Tanyalah pada diri
Gerangan apa sebab
tuduhan itu

Bisa jadi
Itu krn
Kita slalu menganggap
Menuduh
Bahkan tlah menzalimi
pihak lain
Dengan tuduhan-tuduhan
yang lebih menyakitkan
Slama ini

Sadarkah kita
Atau
Tlah hilangkah
kesadaran kita

Tuhan itu maha adil kawan...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar