Jumat, 29 Desember 2017

Mengembangkan Sayap Cinta

Dalam bukunya The Art of Loving, Erich Fromm menulis bahwa manusia modern sesungguhnya adalah orang-orang yang menderita. Aneh yah? Manusia modern yang dikelilingi oleh kecanggihan teknologi yang memudahkan mereka untuk hidup. Mereka juga mudah menjangkau informasi begitu beragam dan kaya. Mengapa mereka menderita?

Ternyata, penderitaan tersebut diakibatkan kehausan mereka untuk dicintai oleh orang lain. Mereka berusaha keras melakukan apa saja agar dapat dicintai. Anak-anak muda akhirnya terjerumus dalam pergaulan bebas karena mereka ingin dicintai dan diterima oleh kawan-kawan sebayanya.

Yang dilakukan manusia modern adalah upaya untuk dicintai, bukannya untuk mencintai. Dalam dunia modern, bahwa semakin keras manusia berusaha untuk dicintai, semakin sering pula mereka gagal dan dikecewakan. Adalah sulit untuk memperoleh kecintaan seluruh manusia. Kecintaan semacam ini adalah tujuan yang takkan pernah bisa dicapai karena selalu saja ada orang yang membenci orang lain. Manusia selalu dikelilingi oleh dua jenis orang : yang mencintai dan yang membenci dirinya.

Inilah rahasia kenapa upaya untuk dicintai itu menjadikan seseorang malah menderita. Tidak semua orang bisa memberikan cinta kepada diri kita. Tentu ada orang-orang yang tidak suka kepada kita. Akan lebih baik jika hidup kita diisi dengan upaya untuk mencintai ketimbang berharap dicintai oleh semua orang. Namun, bagaimana agar kita dapat senantiasa fokus untuk mencintai dan benar-benar dapat menghilangkan keinginan untuk dicintai?

Sebagaimana dikatakan oleh Erich Fromm, yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan penyakit itu (penyaki t bernama ‘untuk dicintai’) adalah dengan belajar mencintai. Kebahagiaan hidup kita bergantung pada apa yang kita cintai. Kebahagiaan tak dapat diperoleh dengan dicintai.

Untuk mampu mencintai, kita harus mulai belajar dari mencintai makhluk Allah, dengan mencintai pasangan kita, anak-anak kita. Itulah pelajaran mencintai tahap dasar, pelajaran cinta tahap awal. Cinta semacam itu adalah cinta yang dimiliki oleh anak-anak kecil. Mereka selalu mencintai hal-hal yang bersifat konkret atau lahiriah.

Selanjutnya, kita harus berusaha untuk mencintai hal-hal yang lebih abstrak. Nabi Muhammad SAW bersabda, Cintailah Allah atas anugerah-Nya kepadamu; dan cintailah keluargaku atas kecintaanku kepada mereka.’ Dalam sabda ini, Nabi Muhammad SAW menurunkan tiga jenis kecintaan yaitu kepada Allah SWT, Rasul-Nya, dan keluarga Rasul SAW. Nabi Muhammad juga mengajari kita untuk meninggalkan kecintaan pada hal-hal konkret dan menuju kecintaan kepada hal-hal yang abstrak.

Dalam Ihya Ulumuddin, Al Ghazali menyatakan bahwa adalah sebuah kebohongan besar jika seorang mencintai sesuatu tetapi dia tidak memiliki kecintaan kepada sesuatu yang lain yang berkaitan dengannya. Al Ghazali menulis,” Bohonglah orang yang mengaku mencintai Allah SWT, tetapi dia tidak mencintai Rasul-Nya; bohonglah orang yang mengaku mencintai Rasul-Nya tetapi dia tidak mencintai kafir miskin; dan bohonglah orang yang mengaku mencintai surga tetapi dia tidak mau menaati Allah SWT. Semua itu pada hakikatnya mengajari kita untuk mencintai hal-hal yang abstrak.

#Dikutip dari buku : Mengembangkan Sayap Cinta, The Road to Allah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar