Senin, 29 Agustus 2016

Tentang Menulis

Mengalir seperti air

Bagaimana menulis mengalir seperti air?
Ketika kita menulis tanpa ada beban yang membuat kita ragu dalam menuliskan ide-ide yang mengendap dalam pikiran kita. Terkadang banyak ide atau gagasan yang kita punyai tetapi kita tak mampu menuangkan di atas kertas atau lembaran halaman di laptop kita. Kira-kira ada apa dan kenapa yah. Barangkali karena kita takut apa yang kita tuliskan salah, tidak mendalam atau pitikana-kanai. Tetapi jika kita takut untuk memulai menuangkan ide atau apa yang bersembunyi di balik fikiran kita. Kapan lagi kita bisa? Takut, cemas atau rasa kawatir itu biasa. Apalagi bagi seorang pemula.

Sebenarnya tidak susah-susah amat untuk menyalurkan ide kita di atas secarik kertas atau di halaman laptop kita. Tinggal mengetik-ngetik. Jadi deh. Dari mana asal kata-kata itu muncul. Semua itu hasil dari mendengar dan membaca. Jadi ketika kita ingin menulis dengan baik. Rajin-rajinlah mendengarkan para ahli dalam menguraikan pendapatnya. Dan paling penting juga untuk sering-sering membaca buku. Karena dari buku, kosa kata kita akan bertambah. Sehingga ketika kita menuliskan ide, kita akan lebih mudah karena kita telah memiliki perbendaharaan kata yang mumpuni yang berasal dari bahan bacaan kita.

Kapan kita memulai menulis. Bisa kapan saja. Tergantung waktu dan kesempatan kita. Tak jarang kita berdalih, tak ada waktu dan tak ada kesempatan. Itulah alasan yang muncul ketika ditanya kenapa tidak menulis lagi. Tetapi itu tidak bisa menjadi alasan untuk kita tidak menulis. Sebab, jika kita memang punya tekad yang kuat. Punya rasa cinta dalam menulis. Kita akan merasa rindu dan merasa seperti ada yang kurang ketika kita tidak menulis untuk satu hari saja. Begitulah seperti ada dorongan yang kuat untuk menuangkan tulisan. Apa itu berupa pengalaman, perasaan saat itu atau apapun saja.

Untuk menjaga semangat dalam menulis, aku senang membaca tulisan para senior yang telah menggeluti dunia literasi. Mereka produktif sekali dalam menulis. Seperti tak pernah kehabisan ide untuk melahirkan sebuah karya bergizi yang menyehatkan jiwa. Aku senang membaca karya-karya mereka. Tak jarang aku juga merasa cemburu melihat para yunior yang juga begitu kreatif dalam menuangkan ide mereka. Mereka lah juga yang membuatku begitu bersemangat dalam mempelajari dunia tulis menulis ini.

Harapanku dengan melalui tulisan, aku bisa berbagi apa saja. Berbagi kegembiraan, semangat dan tentu saja mengajak kepada kebaikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar