Ketika melihat adik saya menggunakan tas yang bermerk. Yang harganya beratus-ratus ribu rupiah. Saya bilang walaupun saya punya uang banyak, saya tidak akan membeli tas semahal itu. Banyak kok, tas murah tapi bagus. Khan, suatu barang itu yang penting fungsinya. Bukan harga maupun merknya.
Adik saya bilang kenapa dia beli tas yang bagus dan bermerk seperti itu. Karena lingkungan keluarga suaminya dari kalangan menengah ke atas, yang nota bene punya selera tinggi. Saya bilang kenapa ikutan selera mereka. Kita mesti tampil beda. Mestinya kita memilih barang bukan karena merknya tetapi karena fungsi barang itu.
Teringat perkataan terhadap adik saya. Membuat saya malu sendiri. Karena akhirnya, saya terpaksa beli tas yang agak punya nama di dunia per'tas'an di Indonesia. Bukan karena merknya. Tetapi, karena sudah tidak percaya dengan berbagai macam tas yang ada. Sudah berapa kali beli tas, yang saya harap berumur panjang. Ternyata ada-ada saja yang rusak. Resleting tak bisa terkancinglah, talinya putuslah.
Tas-tas itu ada yang murah meriah, ada juga yang agak mahal. Tetapi ternyata sama saja. Saya agak kecewa dengan kenyataaan seperti itu. Kok tas murah dan tas mahal sama saja. Gampang rusak. Cukup lama saya tidak pakai tas ketika bepergian. Kadang hanya pakai dompet plastik yang serupa tas. Dan kalaupun harus pakai tas. Saya pakai tas yang rusak resletingnya itu. Kadang terganggu juga pakai tas yang rusak resletingnya. Sedikit-sedikit mesti dilihat isi tasnya.
Melihat berbagai macam tas yang berseliweran di dunia maya. Membuat hati kepincut. Tapi rasa khawatir menggelayut. Jangan sampai tidak sesuai yang diharapkan. Menarik juga sebenarnya. Apalagi tasnya bagus-bagus. Sambil melihat detil harga. Mana-mana yang sesuai isi kantong. Tapi seperti tidak puas rasanya kalau beli suatu barang tanpa melihat dan memegang serta mengangkat-angkatnya. Hehe..kebiasaan saat belanja offline.
Saya tidak jadi belanja online. Karena itu tadi, barangnya tidak hadir nyata dihadapan untuk dipilih. Saya kemudian bertanya dalam suatu group WhattUpp. Saya tanyakan tas apa yang murah dan bagus. Teman saya menyebutkan merk tas yang lumayan terkenal. Dan aku senyum kecil, ternyata merk tas yang sama dengan tas adikku. Nah lho. Katanya sudah 10 tahun dia beli tas merknya seperti itu tapi masih bagus. Saya berterima kasih atas rekomendasinya. Dan bilang kepada sang teman, insya Allah, kapan-kapan saya ke show roomnya
Terbayang ucapan kepada adik saya. Saya seperti menjilat ludah sendiri. Kalau beli tas bermerk. Yang harganya lumayan mahal. Tapi terlanjur kecewa dengan tas-tas yang pernah saya beli. Saya bilang ke suami. Saya mau beli tas merk ini. Ada yang rekomendasikan bagus dan tahan lama. Suami setuju. Katanya, hadiah buat saya yang rajin buat paket internet. Maklum, kerja suami jualan pulsa, paket data dan teman-temannya. Dan aku kerjanya selain, ibu rumah tangga, ikut bantu-bantu suami. Alhamdulillah, kalau begitu. Kata suami, yang penting harganya tidak lebih dari sekian-sekian..ssst rahasia berapa nominalnya.
Pada siang menjelang sore itu, saya masuk show room tas. Saya berharap semoga harga tas yang tersedia, tidak lebih dari yang telah ditentukan. Sambil melihat-lihat dan memegang tas. Saya periksa harganya. Saya terbelalak melihat harga-harganya. Mahal amir. Eh mahal amat. Tambah mahalki di'. Tidak adami harga ta' duaratus ka. Dua kali lipatmi. Kayaknya, gagalki ini rencana beli tas klo begini. Sambil keliling-keliling, saya memeriksa label harga di setiap tas itu. Masih berharap ada yang harganya lebih murah di antara tas yang sangat mahal harganya menurut saya. Belum tentu, menurut ibu-ibu yang lain lho. Tergantung kondisi kantong barangkali, yah.
Setelah, memeriksa sana memeriksa sini. Saya temukan tas yang lumayan bagus. Warna cream. Dan harganya paling murah. Banyak yang bagus-bagus tapi mahalll. Tidak sesuai isi kantong. Takutnya kalau dipaksakan. Bukanmi fungsi yang diutamakan tapi ke"cantik"annya. Ya..jadilah tas cream itu pilihanku. Harganya sebenarnya melebihi yang telah ditentukan suami. Tapi ini yang paling murah. Termurah di antara tas-tas yang ada di sini. Entah, kalau ada tas yang luput dari pengamatanku. Lagi pula surveinya singkat sekali. Tidak cukup setengah jam.
Saya pergi bayar ke kasir. Saya harap tas yang saya beli ini. Tahan lama. Tidak gampang rusak. Sampai sepuluh tahun lamanya. Semoga tetap setia mendampingi. Kemana pun saya pergi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar